Minggu, 29 Agustus 2010

saya kira (yakin) kita masih punya hati

pagi ini di sebuah kursi. saya tahu dan sadar, sudah terlalu lama lupa bahwa masih banyak manusia di luar sana yang ”mati sebelum mati”.

pagi ini saya dibangunkan kembali oleh sebuah video. diawali dengan sebuah scene kegiatan di sebuah restauran cepat saji yang pusatnya ada di amerika, tak perlu lah disebut apa namanya. yang pasti kejadian ini ada di negeri tercinta.

kegiatan utama mereka adalah menjual potongan-potongan ayam goreng dan teman-temannya. kemudian dilanjutkan dengan scene dimana sajian tersebut sudah ditempatkan di sebuah meja, dengan konsumen yang siap menerkamnya.

well, kali ini saya tidak akan membahas mengenai pembutaan neoliberalisme dan kecintaan tanah air. no, bukan itu. ada yang lebih penting dan saya anggap lebih mendesak.

scene selanjutnya si konsumen tidak menghabiskan seluruh pesanannya, dan kemudian berlalu. lalu, lalu...lalu disini semua bermulai. kemudian ada seorang bapak yang menggayuh sepeda bersama sebuah tong besar menuju ke restauran tersebut. kemudian dia menuju ke dapur dan membuka tempat sampahnya, dan memasukkannya ke dalam tong besar tersebut. kemudian dia memilih-milih mana makanan yang belum habis seluruhnya, seperti ayam yang belum dimakan seluruhnya. kemudian membawanya pulang.

kau tau kawan, apa yang terjadi?

yap. yes, you absolutely right!

berlarian anak-anak saling berebut bahkan memasukkan kepala mereka ke tong tersebut dan memakannya. mereka memakannnya. mereka, kecil, penerus bangsa, memakannya.

mereka yang katanya jadi konsentrasi.

kali ini saya tidak ingin menunjuk siapa. karena toh sejujurnya saya sudah muak ingin menuliskan kata itu.

hanya ingin kerendahan hati kita, untuk berbagi.

berbagi.

berbagi.

cukup banyak pembohongan yang terjadi, yang dijadikan strategi pemecahbelahan. dan sayangnya kita jatuh, dan terpecah.

TAMPAR dirimu. mari...tunjukkan pada dunia, kita memang kaya. kekayaan yang tidak bisa dikorupsi. kekayaan yang tidak bisa dijual-jual, dibohongi. kekayaan yang tidak bisa dipermainkan.

karena kekayaan itu berasal dari hati.

dan saya tau, yakin, kalian masih punya hati.

ps : sadari benar, siapa musuhmu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar