Jumat, 10 April 2009

saya tetap memilih.

banyak yang mengatakan jangan golput.
karena suara kita penting.
suara kita menentukan arah perjuangan negara ini
menentukan arah perbaikan negara ini
dan dengan memilih,
kita ikut berpartisipasi dalam kemerdekaan.


benarkah, jika kita memilih akan terjadi perbaikan?
apakah perbaikan akan tetap terjadi,
bila kita saja tidak benar-benar tau
siapa yang kita pilih...


benarkah perbaikan akan terjadi,
apabila mereka ada di atas sana?
mereka yang pada masa kampanye
hanya menjual dangdut?
memangnya negara ini mau dijalankan dengan dangdut?


saya tidak akan menjual harga diri,
tidak akan menjual 5 tahun kehidupan saya,
hanya kepada mereka,
yang menurut saya tidak jelas itu.


jika saya tetap memaksakan memilih,
dan memberi kepercayaan pada mereka,
saya hanya akan menghancurkan kehidupan saya sendiri.
dan dalam hal ini, yang bodoh adalah saya.


saya akan tetap memilih.
memilih untuk tidak memilih.
tapi itu pun sebuah pilihan.
golput pun adalah pilihan.
dan hendaknya pilihan itupun benar-benar disadari oleh mereka.


menurut saya,ini cara saya untuk mengisi kemerdekaan.
ini cara saya untuk bertanggung jawab pada negara.
karena selalu butuh koreksi di setiap keadaan yang pernah muncul,
tidak hanya menutup mata,
dan terus berjalan,
dengan berlandasakan kemunafikan.

(padahal tangisan itu, tak penah berhenti.)


ps : sadari benar, siapa musuhmu?

6 komentar:

  1. pernah baca perspektif.net ?
    punya nya wimar witoelar.

    setelah baca,
    aku rada nyesel gak ikut nyontreng..
    *demi maen futsal loo.. hha.

    pokoknya pas presiden,
    aku harus nyontreng !

    BalasHapus
  2. kenapa mau contreng?
    tau program mereka seperti apa?

    atau, dipermudah..

    kenal dengan calonny?

    BalasHapus
  3. tapi kalo gak nyontreng...
    kita gak ngasi apapun nad..

    sekian calon yang ada,
    pasti ada 1 yang tulus.

    inget gak dulu kita semua teriak" minta kebebasan berpendapat,
    milih anggota parlemen langsung,
    milih presiden langsung,

    sekarang kebebasan itu telah diberikan
    rasanya gak bersyukur aja klo kesempatan itu gak dpake...

    BalasHapus
  4. gua rasa pemilu tahun ini salah sistem.
    tapi tetap penting.

    BalasHapus
  5. coba, baca sekali lagi tulisan gue.
    emangnya dengan golput, berarti kita nggak memberi apapun? atau kita tidak bersuara?

    menurut gue, gue tetep bersuara. dan pilihan gue adalah tidak memilih. dan itu merupakan pilihan yang gue anggap paling tepat, dari pada harus beli kucing dalam karung, dengan pikiran...

    "ah...pasti salah satu dari mereka ada yang tulus..."


    ya...ya...ya...tapi gue nggak tau yang mana...
    secara kalo kampanye mereka cuman kasih dangdut, dan

    "ayo pilih kami...."

    BalasHapus
  6. tapi tetep aja perlu nad.
    coba semua org kayak elu
    -no offense nih-
    tar negara kita g ada yg mimpin bos.

    lebih kacau.

    BalasHapus