Jumat, 10 April 2009

ada yang istimewa?

sewaktu sampai di tps,
kami disuruh belajar.
melihat wajah-wajah dan nama-nama yang tidak tahu munculnya dari dunia mana.
mungkin dunia lain.

tadinya saya tidak mau melihat.
buat apa?
toh, tidak membuat saya jadi "kenal" mereka.

tapi, toh tetap saya lihat juga.

saya melihat sekilas.
dan tertuju di satu foto.
seorang bapak-bapak.
sebenarnya standart..

tapi ada yang lucu.

dia memakai stetoskop..

lalu?????

tidak habis pikir dengan tindakan dia.
kalau dia dokter,
lalu kenapa???



"situ nggak pede???"



ps : sadari benar, siapa musuhmu?

5 komentar:

  1. huehehe
    caleg nyeleneh banyak yah

    eh abis pemilu
    pada banyak yang serangan jantung-langsung mati pula..

    pada banyak yang gila-RSJ jadi penuh..

    sebuah langkah besar menuju demokrasi yang sesungguhnya-namun memakan korban.

    ah indonesia..

    BalasHapus
  2. kalau masalah banyak yang jadi gila, itu sudah pasti.

    dan kita akhirnya sekarang benar-benar sadar, bahwa tujuan mereka bukan untuk rakyat, tapi untuk kantong.

    sebuah langkah besar menuju demokrasi?
    demokrasi macam apa?
    demokrasi yang SENGAJA dikotak-kotakan, sehingga kita memilih yang salah?

    BalasHapus
  3. oke tujuan MEREKA bukan untuk rakyat tapi untuk kantong?

    jangan samaratakan semuanya.
    aku sih percaya pasti ada lah yang tulus dan baik hati. hhe.

    OOH bagi saya ini jelas langkah besar.
    tapi mungkin terlalu besar hha
    saking besarnya langkah itu hingga ingin melompat
    lompatan itu meleset dan jatuhlah kita semua

    kisruh DPT, penghitungan, bla bla bla
    males bgt
    kacau pemilu ini
    tapi tetap aja perlu

    aku tak mengerti kalimat terakhir bos.jelaskan.

    BalasHapus
  4. demokrasi yang SENGAJA dikotak-kotakan, sehingga kita memilih yang salah?

    menurut gue, apa yang sekarang ada dalam negara ini tuh, cuman kerjaan mereka yang menduduki strata paling atas dalam struktur sosial dalam masyarakat. mereka menciptakan kondisi sedemikian mungkin, agar mereka dan kroni-kroninya tetap ada di posisi itu.
    nah, begitu juga dengan pemilu kali ini, orang-orang yang maju, adalah orang-orang yang sengaja dipilih (entah dengan persyaratan apa, yang tidak jelas, menurut gue.) mereka yang dipilih itu, sebenarnya hanya merupakan alat untuk mendukung kesuksesan mereka yang ada di atasnya.

    jadi, emang sengaja tuh orang-orang yang diajukan ancur semua. biar mereka tetep bisa dikontrol, begitu juga kita. kalo mereka sudah ditempatkan ke kursi calon, kita kan mau nggak mau harus milih, walaupun kita SAMA SEKALI NGGAK TAU MEREKA SIAPA, menurut gue, itu bukan demokrasi.

    BalasHapus
  5. wih

    emang belum sempurna nad. harus diakui. bukannya gua ngedukung orang" itu nad, tapi mereka juga mencapai posisi itu dgn usaha yg gak sedikit.

    upaya mempertahankan posisi bersama sahabat" mereka itu gak aneh.

    dan ampe kiamat juga, kita gak bakal bisa kenal ama semua calon.

    eniwei,
    menurut lo,
    pemilu yang ideal itu seperti apa?

    BalasHapus